INVESTASI PROPERTI | AMAN DARI INFLASI |
WASPADA INFLASI, SIAPKAN INVESTASI
Inflasi merupakan kondisi di mana terjadi kenaikan harga barang dan jasa dalam sebuah negara seiring dengan waktu. Ketika terjadi inflasi, kemampuan kita membeli barang akan menurun. Naiknya harga barang dan jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai uang. Dengan demikian, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.
Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Yakni indeks yang menghitung rata-rata perubahan harga dari suatu paket barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga dalam kurun waktu tertentu.
Salah satu cara melawan efek dari inflasi adalah dengan memulai investasi. Investasi memiliki imbal hasil beragam, tetapi yang paling penting kita perlu memilih investasi yang memberikan imbal hasil jauh di atas laju inflasi.
Investasi seperti apakah yang tepat untuk melawan inflasi?
Mari kita telaah sedikit. Laju inflasi rata-rata Indonesia itu sekitar 3%-4% per tahun, tetapi kita ambil asumsi terburuk 4% per tahun.
1. Tabungan dan Deposito
Kebanyakan masyarakat Indonesia hanya bergantung kepada tabungan dan deposito saja, padahal tidak efektif melawan inflasi.
Jika kita ambil rata-rata bunga tabungan sekitar 1%-2% per tahun, maka sudah jelas menabung di tabungan biasa bukanlah cara yang baik dalam melawan inflasi. Bagaimana dengan deposito? Deposito bisa ada yang menawarkan imbal hasil sampai dengan 6% per tahun, sehingga terlihat cukup. Akan tetapi jangan lupa ada biaya pajak 20% dari imbal hasil ini, sehingga aktualnya kita hanya akan mendapat imbal hasil 4.8% per tahun. Angka ini bukanlah angka yang aman karena laju inflasi bisa naik sewaktu-waktu.
2. Emas Batangan
Sejak zaman dahulu orang sudah menganggap emas sebagai barang berharga. Bahkan pernah menjadi alat tukar yang cukup lama. Dan dianggap sebagai alat tukar paling stabil sepanjang sejarah. Namun demikian, dizaman yang emas sudah tidak lagi digunakan sebagai alat tukar secara resmi, apakah emas termasuk sebagai barang investasi yang menguntungkan ?
Berdasarkan data data yang beredar menunjukkan bahwa rata rata kenaikan harga emas pertahun adalah 10% pertahun. Walaupun pernah mencapai 20% pertahun pada kurun 2008 – 2010 namun kembali turun di tahun 2013.
Kecenderungan harga emas yang stabil memang bisa dianggap sebagai pelindung aset pada saat kondisi pasar sedang fluktuasi. Sehingga jika melihat kenaikannya lebih cepat dibanding kenaikan nilai inflasi, maka emas masih pantas untuk menjadi barang investasi.
3. Property
Orang memiliki uang banyak dan tidak mau repot menjaga asset, biasanya memilih property sebagai barang investasi. Kecenderungan harga property yang terus naik, memang sangat tepat untuk melindungi harta dari gerusan inflasi.
Berdasarkan data yang beredar, kenaikan property pertahun adalah 20% setiap tahunnya. Bisa lebih tinggi dari itu jika :
a. Mendapatkan property di lokasi strategis
b. Mendapatkan property dibawah harga pasar
c. Dukungan perkembangan dan pembangunan di lokasi property yang dibeli.
Tahukah anda… bahwa di Jakarta Timur ada tanah kavling yang di jual dibawah harga pasar ?
Ya…
Kavling Pulojahe di kecamatan Cakung Jakarta timur ini sangat strategis lokasinya.
Lokasi di dukung oleh Fasilitas yang cukup Seperti :
✔️ Hanya 4 km dari Pintu Toll Bintara
✔️ Hanya 2 km ke Stasiun KRL Buaran
✔️ Hanya 500 meter ke Pasar Tradisional
✔️ Hanya 2 km ke Mall Buaran Plaza
✔️ 200 meter menuju Jalan raya di lalui Angkot
✔️ Cukup 15 menit ke Aeon Mall Cakung
Sudah *SOLD OUT* 150 Unit lebih di 3 lokasi dalam waktu yang sangat singkat.
Kenapa begitu cepat sold out ?
Karena 3 keuntungan ini :
a. Mendapatkan property di lokasi strategis
b. Mendapatkan property dibawah harga pasar
c. Dukungan perkembangan dan pembangunan di lokasi property yang dibeli.
Terkumpul dalam 1 penawaran.
UNIT TERBATAS, TINGGAL 20 UNIT SAJA
MARET HARGA NAIK..!
Buruan hubungi marketing kami…
NANI KURNIATI
0857 1108 7309
wa.me/6285711087309
Inflasi merupakan kondisi di mana terjadi kenaikan harga barang dan jasa dalam sebuah negara seiring dengan waktu. Ketika terjadi inflasi, kemampuan kita membeli barang akan menurun. Naiknya harga barang dan jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai uang. Dengan demikian, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.
Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Yakni indeks yang menghitung rata-rata perubahan harga dari suatu paket barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga dalam kurun waktu tertentu.
Salah satu cara melawan efek dari inflasi adalah dengan memulai investasi. Investasi memiliki imbal hasil beragam, tetapi yang paling penting kita perlu memilih investasi yang memberikan imbal hasil jauh di atas laju inflasi.
Investasi seperti apakah yang tepat untuk melawan inflasi?
Mari kita telaah sedikit. Laju inflasi rata-rata Indonesia itu sekitar 3%-4% per tahun, tetapi kita ambil asumsi terburuk 4% per tahun.
1. Tabungan dan Deposito
Kebanyakan masyarakat Indonesia hanya bergantung kepada tabungan dan deposito saja, padahal tidak efektif melawan inflasi.
Jika kita ambil rata-rata bunga tabungan sekitar 1%-2% per tahun, maka sudah jelas menabung di tabungan biasa bukanlah cara yang baik dalam melawan inflasi. Bagaimana dengan deposito? Deposito bisa ada yang menawarkan imbal hasil sampai dengan 6% per tahun, sehingga terlihat cukup. Akan tetapi jangan lupa ada biaya pajak 20% dari imbal hasil ini, sehingga aktualnya kita hanya akan mendapat imbal hasil 4.8% per tahun. Angka ini bukanlah angka yang aman karena laju inflasi bisa naik sewaktu-waktu.
2. Emas Batangan
Sejak zaman dahulu orang sudah menganggap emas sebagai barang berharga. Bahkan pernah menjadi alat tukar yang cukup lama. Dan dianggap sebagai alat tukar paling stabil sepanjang sejarah. Namun demikian, dizaman yang emas sudah tidak lagi digunakan sebagai alat tukar secara resmi, apakah emas termasuk sebagai barang investasi yang menguntungkan ?
Berdasarkan data data yang beredar menunjukkan bahwa rata rata kenaikan harga emas pertahun adalah 10% pertahun. Walaupun pernah mencapai 20% pertahun pada kurun 2008 – 2010 namun kembali turun di tahun 2013.
Kecenderungan harga emas yang stabil memang bisa dianggap sebagai pelindung aset pada saat kondisi pasar sedang fluktuasi. Sehingga jika melihat kenaikannya lebih cepat dibanding kenaikan nilai inflasi, maka emas masih pantas untuk menjadi barang investasi.
3. Property
Orang memiliki uang banyak dan tidak mau repot menjaga asset, biasanya memilih property sebagai barang investasi. Kecenderungan harga property yang terus naik, memang sangat tepat untuk melindungi harta dari gerusan inflasi.
Berdasarkan data yang beredar, kenaikan property pertahun adalah 20% setiap tahunnya. Bisa lebih tinggi dari itu jika :
a. Mendapatkan property di lokasi strategis
b. Mendapatkan property dibawah harga pasar
c. Dukungan perkembangan dan pembangunan di lokasi property yang dibeli.
Tahukah anda… bahwa di Jakarta Timur ada tanah kavling yang di jual dibawah harga pasar ?
Ya…
Kavling Pulojahe di kecamatan Cakung Jakarta timur ini sangat strategis lokasinya.
Lokasi di dukung oleh Fasilitas yang cukup Seperti :
✔️ Hanya 4 km dari Pintu Toll Bintara
✔️ Hanya 2 km ke Stasiun KRL Buaran
✔️ Hanya 500 meter ke Pasar Tradisional
✔️ Hanya 2 km ke Mall Buaran Plaza
✔️ 200 meter menuju Jalan raya di lalui Angkot
✔️ Cukup 15 menit ke Aeon Mall Cakung
Sudah *SOLD OUT* 150 Unit lebih di 3 lokasi dalam waktu yang sangat singkat.
Kenapa begitu cepat sold out ?
Karena 3 keuntungan ini :
a. Mendapatkan property di lokasi strategis
b. Mendapatkan property dibawah harga pasar
c. Dukungan perkembangan dan pembangunan di lokasi property yang dibeli.
Terkumpul dalam 1 penawaran.
UNIT TERBATAS, TINGGAL 20 UNIT SAJA
MARET HARGA NAIK..!
Buruan hubungi marketing kami…
NANI KURNIATI
0857 1108 7309
wa.me/6285711087309




Komentar
Posting Komentar